Posts Tagged motivasi

Perjalanan Panjang Tugas Akhirku

skripsi

Sedikit sharing saja tentang perjalanan mata kuliah tugas akhir S1 Ilkom UGM yang
pernah aku jalanin. File pdf yang formatnya lebih bagus ada di sini. Semoga bisa diambil hikmahnya, oke let’s story begin …..

Agustus 2009 :
Mata kuliah TA ini diambil ketika semester 7. Proses pendaftaran berjalan seperti biasa
dengan mendaftar di sekretariat dan di web. Pada waktu ndaftar, sudah disuruh
menentukan siapa dosen pembimbing yang diinginkan.

Point 1 : belum tentu dosen pembimbing yang dipilih ketika mendaftar akan benar-
benar menjadi dosen pembimbing anda, so bersiaplah untuk mendapat hal
terburuk ketika anda mendapatkan dosen yang tidak anda inginkan :p

Waktu pengumuman dosbing dan waktu pendaftaran kayaknya sekitar 1 mingguan, jadi
nikmati hidup anda selama seminggu ini. 1 mingguan berselang, daftar dosen
pembimbing akan ditempel di papan pengumuman oleh bapak sekretariat kita, siapa lagi
klo bukan pak Jumari. Minta kartu bimbingan warna merah sama pak Jum.

Point 2 : setelah tahu siapa dosbing anda, langsung burulah orang itu di manapun
ia berada, karena ia akan menjadi orang yg paling berpengaruh selama pengerjaan
TA. Ketika sudah tertangkap, jangan sungkan untuk bertanya dan minta pendapat
tentang topik TA yang akan dikerjakan. Akan lebih baik jika anda sudah
mempunyai topik TA ketika menemui makhluk yang satu ini, walaupun masih
coret2an. Dan satu hal lagi, jangan lupa mengisi kartu bimbingan anda.

Read the rest of this entry »

  • Share/Bookmark

Tags: , , ,

Apakah arah kiblat anda sudah benar ???

Sabtu yang lalu, tanggal 10 April 2010 aku ikut seminar tentang penentuan arah kiblat. Seminar ini diadakan oleh Departemen Agama Kota Jogja. Dalam seminar ini dikatakan bahwa sebagian besar masjid yang ada di kota Jogja masih melenceng arah kiblatnya, padahal salah satu syarat sah sholat adalah menghadap ke kiblat. Seminar ini diisi oleh bapak Mutoha Arkanudin (http://mutoha.blogspot.com), anggota Badan Hisap Rukyat (BHR) Kanwil Depag Jogja. Untuk mengetahui ringkasan isi seminar dan cara-cara perhitungan kiblat, sudah aku unggah dan dapat diunduh dari sini.

Secara garis besar, ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengukur kiblat. Yang pertama adalah menggunakan bayang-bayang matahari. Kalau mau dijelaskan secara mendetail, akan banyak rumus dan ilmu trigonometri yang digunakan dan dijamin anda-anda semua bakalan muntah-muntah ngeliatnya, hahaha… Aku buat simple aja, pada waktu tertentu matahari akan berada tepat di atas Ka’bah. Waktu-waktu ini disebut dengan Azimuth matahari atau bayang pagi. Untuk lengkapnya bisa dilihat pada berkas KIBLAT_MATAHARI.pdf. Setiap hari, matahari akan berada di atas Ka’bah pada waktu yang berbeda. Nah, jika pada waktu-waktu tertentu itu kita menegakkan sebuah tongkat, maka akan terbentuk bayang-bayang tongkat oleh matahari. Bayang-bayang tongkat inilah yang akan menunjukkan arah kiblat. Dari bayang-bayang ini dapat ditarik garis garis lurus sehingga langsung didapat arah kiblat, mudah kan.. Namun yang harus diingat, waktu pengukuran bayang-bayang matahari harus tepat saat Azimuth Matahari seperti yang tertulis pada berkas  KIBLAT_MATAHARI.pdf.

Cara kedua adalah menggunakan kompas. Cara ini menurutku lebih mudah daripada menggunakan matahari, karena bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu matahari muncul. Sebagai contoh akan dilakukan pengukuran di daerah Yogyakarta. Menurut perhitungan yang telah dilakukan oleh para ahli hisab, Kiblat terletak pada arah barat dengan sedikit geser ke kanan sejauh 24,7 derajat. Arah inilah yang dapat digunakan untuk menentukan posisi kiblat berada. Cukup tentukan arah utara dengan menggunakan kompas, maka otomatis akan didapatkan arah barat. Dari arah barat, gunakan busur derajat untuk menghitung sudut sebesar 24,7 atau 25 derajat. Sebagai catatan, pengukuran dengan kompas harus dilakukan di area yang tidak terpengaruh oleh medan magnetik. Sebagai contoh, pengukuran dengan kompas tidak bisa dilakukan di lantai 2 masjid karena pada dasar lantai 2 terdapat banyak besi untuk bangunan, besi besi ini akan mempengaruhi magnet kompas yang digunakan untuk mengukur sehingga hasilnya kurang tepat. Pengukuran bisa dilakukan di lantai 1 yang pondasinya tidak dibuat dari besi. Untuk kota selain Yogya, maaf aku tidak punya data berapa besar sudut yang digunakan, jadi cari sendiri di internet yaaa….

kompas

Setelah tahu bagaimana cara mengukur arah kiblat, semoga teman-teman semua bisa ikut menyampaikan ilmu ini dan masjid-masjid yang ada di sekitar kita bisa tepat arah kiblatnya sehingga ibadah shalat bisa lebih sempurna di hadapan Allah SWT, amin…

  • Share/Bookmark

Tags: , , , , ,

Seandainya kamu jadi gayus ???

Kalo kamu jadi gayus dengan uang bermilyaran uang rupiah, apa yang akan kamu lakukan ??? Beli rumah mewah, mobil, motor, dan harta benda lainnya ???? kalo aku sih, mending gak usah jadi gayus aja deh, lha jadi buronan gitu ???

Pernah terpikir nggak sih, kenapa orang kaya dengan banyak uang identik dengan banyak masalah. Sepertinya hidup sudah kecukupan, apa-apa ada, tapi kebutuhan rohaninya sama sekali nggak sehat tuh. Benar apa kata pak Ustadz, kebanyakan setelah dapet harta dunia, lalu lupa dengan akhirat…ya gitu deh jadinya, sukurin luuu…..

Lalu gimana ya..mending jadi orang biasa aja, hidup sejahtera, berguna bagi orang lain, rajin menabung, suka menolong, tidak sombong, dan mari kembali ke pelajaran ppkn…. :p semuanya terserah pada kita , toh nanti yang menanggung akibatnya juga kita kan??!!!!! Tetaplah menjadi orang baik dan taat aturan baik dunia maupun akhirat, maka anda akan jadi orang beruntung.

  • Share/Bookmark

Tags: ,

Hari Sabtu yang panjang dan melelahkan bersama STARCo FMIPa UGM

1 Desember 2007 Sabtu pagi, ku mulai hari dengan bangun pagi, walau sebenarnya masih ngantuk sekali karena malamnya ngerjain proyek buat website OMAhTI… Yah, mau bagaimana lagi, lha hari ini ada kuliah pengganti. Hayo apa coba kalo ngerti ??? Kewarganegaraan tu, bikin semangat jadi mati.. Yah, dari pada di rumah juga nganggur lebih ikut kuliah aja kali, biar hidup lebih berarti…

Btw koq paragraf di atas kayak pantun aja, akhirannya i semua, tapi gak papalah, biar keren dikit. Nglanjutin ceritanya, sebenarnya kemarin Jumat aku dapet undangan Rihlah dari suatu organisasi yang hampir membuatku sekarat, apa lagi kalo bukan StarCO-nya KMFM.. Isinyatu aku diajak ikut rihlah ke desa wisata di daerah Turi, Sleman. Aku sempat kepikiran, mau ikut apa nggak ya… masalahnya proyek website OmahTI juga belum kelar, PR juga masih banyak banget. Tapi kalo dipikir2 lagi, penting juga sih buat rekreasi, cari udara segar, jalan-jalan. Kalo mo tahu, aq lama banget gak pernah maen2 keluar, kerjaan tiap hari cuma komputer melulu… Terus sempat melintas dipikiranku, kalo inget kata Turi koq jadi inget ama someone yang pernah aq jadiin misterius people, tak tahu napa aq jadi tertarik ma dia, orang kenal aja nggak lho padahal…. Yah mungkin karena terpengaruh temanku waktu SMA dulu. Terus aq jadi pengen tau, di mana sih rumahnya, gimana jalannya kalo pergi ke sekolah dulu,masalahnya kata orang2 jauh bgt, tapi koq berani gitu lho… Dan singkat cerita, jadi deh aq ikut rihlah-nya StarCO.

Read the rest of this entry »

  • Share/Bookmark

Tags: , ,

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?” Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey. “Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.” “Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi. Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya… Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita. Start the day with smile and have a good day Don’t forget to pray before u start ur day…

  • Share/Bookmark

Tags: ,