Ujian Akhir yg melelahkan…..

Langit mendung di minggu pagi suatu ketika…. , sama persis dengan hatiku yang sedang diliputi rasa risau.. gimana nggak, habis liburan panjang langsung ulangan umum… Belajar juga belum sempet, haduh pusing…

Tapi kalo dipikir2, kuliah semester 3 di MIPA ini koq kurang nggreget. Kayaknya baru kemaren nrima materi dah ulangan umum, masuk otak aja juga blom je… Yah, dgn berat hati neh, kayak kuliah Jaringan Komputer yang harapanku bisa ngerti gimana ngoneksi komputer dan sebangsanya, eh taunya cuman ngobrol ngalor ngidul gak karuan, bener2 gak dapat materi, cuman dapat cerita menjelang tidur…..Dan kuliah-kuliah lainnya juga hampir sama, ndak usah taksebutin ah nanti dipecat saya dari ilkom, hehe… masuknya aja susah….

Berhubung da ini pertama kali aku ngenet setelah ujian, takcritain aja gimana ujian ilkom kali ini. Di mulai dari Matematika Informatika….. untuk ujian ini aq gak berharap gitu banyak, kalo di flashback kuliahnya, koq aq selalu telat…materinya baru2 semua, dan neranginnya kecepeten…So dari semua soal, cuman bisa ngerjain setengah2, gak bisa complete.. Jadi mission uncompleted-lah klo di game…. lalu jarkom, wah ini mengarang bebas, gak tau bener salah pokoknya dari pengalaman… dan yang terakhir bdl, nyesel bgt gak belajar db4o, tapi kemaren sempet sih buat programnya jadi seingatnya aja…..

Hari kedua struktur data, ini bener2 uAS yang bikin aq stress dan nggrundel ( just javaness.. ), bukannya aq gak bisa, lha wong soalnya tu sebenarnya cuman sepele, tapi ya saking sepelenya itu lho bikin frustasi. Soalnya sulit dipahami, dan waaaa… dah deh, pokoknya aq benci soalnya, benci benci benci……….

Hari ketiga, Sistem Operasi. Wah ini dia ujian yg paling bisa diharapkan. Walaupun closebook, tapi oke punya, lha soalnya mirip2 sama tahun lalu…. Jadi belajatnya juga bisa sedikit donk…Pas ngerjain soal juga lumayan lancar, yah okelah… Dilanjutkan dengan Rekayasa Perangkat Lunak, ni yang bikin mata lelah, harusnya pinjem Sharin’gan nih…. lha kenapa? Ujian sama aja dengan ngindeks, nyari2 ke sana sini tapi gak ketemu, tapi yah lumayan aad yg disruh bwat proyek, gak taulah pokoknya kayaknya bisa….

Hari keempat, Pemrograman Berorientasi Objek, rasanya kurang tepat jika disebut ujian. Tapi ini yang paling membuat aq senang banget. Yang ditanyakan seputar kerja kelompok, bagaimana deskripsi tugas kelompok lain, dan sebagainya. Yah, lumayan sukses besar coz malamnya dah belajar…. Tapi disamping itu, ternyata aq masih punya kerjaan bdl kelompk dan kewargabegaraan, wah pusing lagi, kapan gak pusing ya…. semoga aja kelar……..

  • Share/Bookmark

Ternyata Belajar Linux tidak sengeri yang kita kira….

Linux, suatu kata yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat IT, tapi mungkin masih sangat asing bagi masyarakat luas. Satu hal yang pasti akan diingat oleh banyak orang ketika menyebut Linux adalah sesosok makhluk ciptaan Allah SWT yang bernama Pinguin, tapi koq diberi nama panggilan Tux, ada yang tau asal usulnya gak ???? Yah, mungkin si Linus Torvald, pencipta Kernel Pinguin itu yang memberi nama. Kembali ke masalah Linux, dari hasil pengamatan yang saya amati baru-baru ini, masih sedikit juga orang yang memakai Linux. Apakah Linux gak terkenal ??? Iya kali ya, jujur aja nih aku juga baru mengenal Linux pada awal kuliah. Itu aja beruntung banget aku ngambil prodi Ilmu Komputer, kalo nggak ya sampai sekarangpun tak akan pernah mengenal apa itu Linux. Dan untuk itulah mengapa saya menulis cerita ini, hanya sekedar menceritakan perjalanan dalam mengenal Linux aja.  Ini mungkin beberapa alasan mengapa masih banyak orang yang belum mengenal ataupun menggunakan sistem operasi Linux, dan katanya sih lebih tepat jika disebut GNU/Linux karena Linux sendiri hanyalah sebuah kernel dan belum bisa disebut sebagai sistem operasi. Yang pertama, masyarakat kita nih dari TeKa ampe eS-eM-A udah diberi komputer yang sudah tertanam di dalamnya Sistem Operasi Jendela, bahasa ndeso-nya Windows Operating System. Yah bisa diibaratkan kita setiap hari mendengar orang omong dalam bahasa Indonesia, dan akhirnya bahasa itulah yang akan kita kenal dan pakai terus menerus, akan sulit untuk menggantinya dengan bahasa Inggris misalnya. Namun sayangnya Windows yang dipakai ditengah tengah masyarakat luas ini kebanyakan bajakan, walah walah…. Yang saya bingung, koq gak dari dulu ya kita mengenal Linux, kenapa kita harus mengenal Windows dengan harganya yang selangit terlebih dahulu daripada Linux yang gratis, sungguh mengherankan…. Pak Mentri Komunikasi dan Informasi patut ditanyakan nih, hehe….

Read the rest of this entry »

  • Share/Bookmark

Hati-hati dengan pecandu Linux

Saya dapat artikel ini dari teman saya pas buka-buka friendster. Lucu juga sih, beberapa cirinya juga ada di saya. Lumayan lah buat refreshing… Anggapan umum masyarakat Ciri ciri Pengakuan Microsoft untuk kemudahan hidup. Mungkin kamu berpikir “ah kalau gue iseng-iseng nyoba Linux, sekali aja..gue nggak bakal ketagihan!” kenyataan membuktikan bahwa Sekali kamu mencoba Linux, kamu bisa ketagihan seumur hidup. Jalan terbaik menghadapi godaan linux adalah dengan tidak mencobanya sama sekali. Sekali kamu ketagihan, efek ketagihannya secara kejiwaan tidak akan hilang seumur hidup. Sekali mencoba Linux, kamu terbelenggu seumur hidup. Sudah terlalu banyak yang berawal dari coba-coba, menjadi ketagihan. Mungkin kamu berpikir bahwa ‘nginstall Linux, bisa nolong gue mempelajari komputer!”, kenyataan membuktikan bahwa Linux justru membuat komputer kelihatan lebih sulit ! Jalan terbaik menghadapi godaan linux adalah dengan tidak mencobanya sama sekali. Seorang pecandu Linux tidak dapat berfikir secara normal dalam hidupnya (apa yang ada disekitarnya akan dianggap gratis !!).

Read the rest of this entry »

  • Share/Bookmark

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?” Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey. “Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.” “Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi. Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya… Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita. Start the day with smile and have a good day Don’t forget to pray before u start ur day…

  • Share/Bookmark

FRIENDSHIP

friendship is like a puzzle

each friend you have is a piece

some are on the border

some are close to the center

each brings out a piece in us that makes us who we are

thank you for being an important piece of my life

  • Share/Bookmark