priok

Kemarin rabu, tepatnya 14 April 2010, nggak sengaja lihat berita di salah satu stasiun televisi, beritanya tentang insiden berdarah antara Satuan Polisi Pamong Praja dan masyarakat sekitar. Kejadian ini berlangsung di kompleks pemakaman Mbah Priok. Mbah Priok adalah seorang ulama. Masyarakat menyebutnya Habib. Ia dilahirkan di Palembang tahun 1727 dengan nama Al Imam Al`Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad RA. Menurut catatan, pada tahun 1756 Habib Hasan bin Muhammad bersama Al Arif Billah Al Habib Ali Al Haddad RA pergi ke pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam. Konon sih katanya asal mula nama Tanjung Priok diambil dari nama Mbah Priok ini. Singkatnya, insiden bermula dari rencana penggusuran lahan pada kompleks pemakaman oleh Satpol PP atas perintah PemProv DKI. Namun masyarakat sekitar menolak rencana ini, karena kompleks pemakaman sudah lama berdiri dan dianggap tempat suci oleh mereka. Walaupun dialog sudah dilakukan antar kedua belah pihak, tetapi kenyataannya tidak terdapat kata sepakat. Insiden tidak terhindarkan, masyarakat melakukan demonstrasi besar-besaran dan Satpol pun tidak mau kalah. Jadi deh perang lokal di sana, rame banget pokoknya. Sampai tulisan ini dipublis, terdapat 3 korban meninggal dari masyarakat dan beberapa mobil dari Satpol dibakar oleh massa.

Menurut Wakil Bupati Jakarte, penggusuran hanya akan dilakukan pada pendopo yang ada di kompleks makam, bukan makamnya itu sendiri. Menurut aku sih, pendopo sendiri sudah merupakan nilai sejarah yang menjadi satu dengan makam, dan kalau ingin dibongkar juga akan mengurangi nilai sejarah. Aku belum tahu sih apa alasan Pemprov ingin melakukan pembongkaran, tapi apapun alasannya rencana ini seharusnya dirembug dulu dengan warga sekitar untuk mencari solusinya. Lalu siapa yang salah dong ??? hmm sulit juga, dari masyarakat mereka memang ingin mempertahankan kompleks makam namun mereka melakukan demonstrasi secara brutal, pake acara bakar-bakar mobil segala. Dari polisi sendiri, mereka hanya melakukan tugas, tapi juga tidak melihat kepentingan masyarakat.

Tapi kayaknya insiden ini membawa keuntungan bagi beberapa orang, coba aja lihat orang-orang yang mencari keuntungan dengan menjarah onderdil dari kendaraan yang terbakar, hah ada-ada saja. Sampai saat ini diperkirakan kerugian udah mencapai puluhan juta rupiah. Pak SBY selaku presidenpun angkat bicara mengenai masalah ini. Tapi kok dari dulu aku merasa, pidatonya pak Presiden ini kurang mengena ya, hanya teori, ini dan itu, tindakannya kurang cuy. Kalo boleh dibilang, “More talk do less”…yah semoga aja bisa dibalik. Coba lihat ketika presiden pidato tentang mafia hukum, juga hanya teori dan kenyataannya makin banyak aja markus yang muncul. Hmm…negara ini kok semakin suram kayaknya, hahaha…ayo sebagai generasi muda kita bangung kembali negara ini…Caranya gimana ya ????

Dari beberapa insiden dan demo seperti ini, dapat diambil kesimpulan bahwa aparat keamanan belum bisa bekerja sama dengan masyarakat sekitar. Gimana mau kerja sama, kalau ujung-ujungnya pasti tawuran dan saling bentrok. Seharusnya kan aparat keamanan bersama masyarakat menciptakan keamanan bersama. Hmm, mudah sih kalau bicara, tapi aku yakin pasti bisa deh. Bicara dengan hati, bukan dengan emosi dan keinginan sendiri. Yakinlah bahwa suatu saat masyarakat bisa hidup rukun dengan aparat keamanan, pasti itu…Viva Indonesia !!!! semoga kejadian seperti ini menjadi terakhir dan tak terulang lagi deh………

Mari berbagi:
  • Print
  • PDF
  • Facebook
  • RSS
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • Add to favorites
  • blogmarks
  • Diggita
  • email
  • Live
  • MySpace
  • Ping.fm
  • Socialogs
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Webnews.de
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • Share/Bookmark

No related posts.